Achdiat K. Mihardja

  1. home
  2. Author
  3. Achdiat K. Mihardja
Achdiat K. Mihardja

15 Published BooksAchdiat K. Mihardja

ACHDIAT K. Mihardja dilahirkan di Cibatu, Garut, 6 Maret 1911. Setelah tamat HIS, melanjutkan ke MULO di Bandung, terus ke AMS-A di Bandung juga. Karena bertengkar dengan salah seorang guru, dia pindah ke AMS-A juga di Solo, tetapi mengambil jurusan Ketimuran, sekelas antara lain dengan Tatang Sastrawiria dan Amir Hamzah.

Para siswa yang pada masa itu belajar di Solo banyak yang aktif dalam gerakan kebangsaan. Achdiat pun bersama dengan Amir Hamzah, Armijn Pane, Tatang Sastrawiria, dan lain-lain aktif dalam organisasi "Indonesia Moeda" yang baru didirikan (30 Desember 1930) sebagai realisasi keputusan Kongres Pemuda (1928) yang membubarkan organisasi-organisasi pemuda daerah seperti Jong Java, Sekar Roekoen (organisasi pemuda Sunda), Jong Celebes, Jong Soematera, dan lain-lain. Meskipun secara resmi Indonesia Moeda tidak ikut-ikutan dalam politik, tetapi organisasi itu merupakan persemaian kesadaran rasa kebangsaan para anggotanya. Setamat AMS (1932), Achdiat pindah ke Jakarta. Mula-mula bekerja sebagai guru Taman Siswa, kemudian menjadi editor surat kabar Bintang Timoer dan majalah Penindjauan bersama Sanoesi Pane dan Armijn Pane. Keduanya milik P.F. Dahler, orang Belanda yang pernah menjadi guru Achdiat di AMS, yang menaruh simpati kepada perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengarang novel Atheis yang menjadi salah satu dari kanon sastra Indonesia. Atheis melukiskan konflik kerohanian yang dialami oleh bangsa kita akibat masuknya berbagai paham filsafat dan paham sosial yang berbenturan sesamanya. Pendeknya dalam roman itu Achdiat berhasil memotret dan merekam gejolak masyarakat yang terjadi di Indonesia pada akhir masa penjajahan Belanda sampai zaman Jepang.

Tidak hanya roman Atheis (1949) yang ditulis Achdiat untuk memperkaya sastra Indonesia. Dia pun banyak menulis cerita pendek dan esai. Kumpulan cerita pendeknya Keretakan dan Ketegangan (1956) mendapat Hadiah Sastra Nasional dari BMKN (1957). Di samping itu, ada Kesan dan Kenangan (1960) yang juga merupakan kumpulan cerita pendek. Dia juga banyak menulis drama baik asli maupun saduran, antara lain Bentrokan Dalam Asrama (1952), Keluarga Raden Sastra (1954), Pakaian dan Kepalsuan (1956), roman Debu Cinta Bertaburan (1973), Belitan Nasib (1975), Pembunuhan dan Anjing Hitam (1975), dan Pak Dullah in Extremis (1977). Setelah lama tidak mengumumkan tulisan, pada 2005, Achdiat menerbitkan roman pendek Manifesto Khalifatullah.

Dia jugalah yang menyusun Polemik Kebudayaan (1948) yang memuat berbagai pendapat para bapak pendiri bangsa kita seperti Dr. Soetomo, Sanoesi Pane, S. Takdir Alisjahbana, Ki Hadjar Dewantara, Dr. Amir, Dr. Poerbatjaraka, dan lain-lain mengenai kebudayaan nasional dan hari depan bangsa Indonesia.